Ada satu perkataan yang harus kita renungkan atau dijadikan bahan muhasabah untuk diri kita. Apakah kita sudah merasa seperti apa yang dikatakan oleh Ka'ab Al-Ahbar yang saya kutip dari bukunya Abu Dzar Al-Qalamuni yang berjudul "Berlari Menuju Allah" yang mana beliau (Ka'ab Al-Ahbar) berkata sebagaimana berikut ini, "Umat ini (Islam) telah diberi tiga kelebihan dibanding umat-umat sebelumnya selain seorang nabi yaitu:
1. Apabila Allah mengirim seorang Nabi, dia berkata kepadanya, 'Kamu menjadi saksi atas umatmu', sementara umat Islam dijadikan saksi atas seluruh umat manusia. Firman-Nya: "Agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia."(QS. Al-Baqarah (2): 143)
2. Kepada Nabi itu akan dikatakan, 'Tak ada hal yang susah dalam agamamu' sementara untuk umat Islam, Allah berfirman, "Dan Dia tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan" (QS. al-Hajj (22): 78).
3. Kepadanya dikatakan, 'Berdoalah kepada-Ku pasti Kukabulkan,' sementara untuk umat Islam, Allah berfirman, "Berdoalah kepada-Ku pasti akan Kuperkenankan bagimu" (QS. al-Mu'min (40): 60).
Maka hisablah diri kita, apakah amanah yang Allah berikan kepada kita sebagai bagian dari khairu ummah dapat kita pelihara dengan baik?
Umar ra. memberi nasehat "Hasibuu anfusakum, qabla an tuhasabuu."
Tujuannya agar kita selalu menghisab diri kita adalah agar segala keburukan tidak terulang, dan segala kebaikan terpelihara bahkan lebih baik lagi, sehingga amanah sebagai bagian dari khairu ummah benar-benar dapat dipelihara dengan baik dan dapat dibanggakan.
Imam Hasan Al-Basri mengatakan, "Sesungguhnya penghisaban dihari kiamat akan ringan bagi orang yang telah menghisab amalnya di dunia, begitu pula sebaliknya penghisaban dihari kiamat akan berat bagi orang yang tidak menghisab amalnya didunia."


0 komentar:
Posting Komentar